Tambang Liar Menggerus Kehidupan


       Karangsambung adalah sebuah daerah yang terletak dibagian utara Kebumen sikitar 19 km dari pusat kota. Sesuai dengan namanya Karangsambung berarti karang yang bersambung. Tapi siapa sangka, kata itu merujuk pada sejarah jutaan tahun lalu. Di sini, Lempeng Samudera dan Lempeng Benua bertumbukkan dan mengangkat dasar samudera menjadi daratan. Karangsambung teridentifikasi sebagai daerah batuan tua pada 1881. Di sini terbentang 22 ribu hektar kawasan konservasi geologi yang terbagi dalam 30 titik serta tersebar di tiga kabupaten di Jawa Tengah yaitu Kebumen, Banjarnegara, dan Wonosbo.
Batuan purba ini mulai terancam keberadaanya akibat adanya penambangan dan eksploitasi alam oleh masyarakat sekitar. Alasan melakukan esploitasi liar dan penambangan ilegal ini dipicu oleh kebutuhan ekonomi dan kurang ter edukasinya masyarakat tentang pentingnya situs Karangsambung sebagai tempat penelitian dan pengembangan  ilmu pegetahuan.
Image result for tambang liar kebumen"
    Sepanjang pelataran sungai Luk Ulo seringkali terlihat banyak truk yang bolak-balik mengangkut pasir dan batu sungai.  Pemandangan ini sungguh tidak enak dilihat mengingat daerah tersebut adalah cagar alam geologi yang dilindungi. Pemandangan sungai Luk Ulo sekarang terlihat seperti hanya air yang mengalir kecil tanpa pasir dan batu. Padahal dahulu sepanjang hamparan sungai ini terbentang luas pasir dan batuan. Selain di sungai penambangan batu juga  dilakukan di berbagai tempat, masyarakat menambang batu tersebut dengan alasan tempat dimana batu tersebut berada adalah tanah pribadi miliknya.
     Penambangan ilegar dan eksploitasi alam inilah yang pada akhirnya berdampak buruk bagi alam dan juga masyarakat sekitar. Salah satunya adalah ketika musim kemarau masyarakat disekitar mengalami kekeringan. Sumur yang ada hanya sedalam 2-5 meter, sehingga jika musim kemarau air tidak lagi memancar. Menggali sumur lebih dalampun sepertinya sulit untuk dilakukan mengingat tanah yang ada disana adalah bebatuan. Bukan hanya itu saja, pada musim penghujan juga seringkali terjadi longsor dimana-mana. Hal ini disebabkan permukaan sungai yang tidak rata serta tidak adanya pasir dan batu sehingga menggerus tanah-tanah di sekitar yang lama-kelamaan menyebabkan longsor, ditambah sebagian wilayah Karangsambung merupakan perbukitan yang pada dasarnya memang rawan longsor.
  Menanggapi masalah ini pemerintah kabupaten Kebumen sudah berulangkali mengupayakan langkah untuk meminimalisir aktivitas tambang ilegal ini, namun kenyataannya masih belum sesuai seperti yang diharapkan. Pemerinta kabupaten berharap provinsi mau membantu maslah ini, kalau perlu mencabut izin tambang di berbagai tempat agar sekalian tidak ada sama sekali aktivitas penabangan. Sesuai dengan  Kepmen ESDM No. 2187K/40/MEM/ 2006 Karangsambung  telah ditetapkan menjadi Cagar Alam Nasional Geologi yang merupakan kawasan geologi terbesar di AsiaTenggara dan terlengkap di dunia.
     Untuk mengatasi masalah ekonomi yang ada, pemerintah memiliki alternatif menjadikan kawasan ini sebagai tempat pariwitasa serta wahana edukatif yang juga sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan yang dibantu oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pemerintah bisa bekerja bersama masyarakat untuk mengembangkan pariwisata disana yang juga sebagai sarana untuk melindungi kawasan ini dari kerusakan.

Penulis : Endah Dwi Ningrum

Komentar

Tim Penyusun

1. Jamas Adri Waskito (18201241049)
2. Endah Dwi Ningrum (18201241057)
3. Hani Latifah (18201241059)
4. Zhao Caini (Anjani)

Kami merupakan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2018.
Blog ini disusun untuk memenusi salah satu tugas Mata Kuliah Menulis Faktual

Postingan populer dari blog ini

Aspek Lisan Teks Eksposisi

Cara Membuat Lilin Aroma Terapi

Tiga Arca dalam Satu Kesatuan Syiwa di Candi Sambisari