Pengalaman Berlibur di Karimunjawa

Sebelum berangkat ke Indonesia, saya sudah mengetahui Karimunjawa adalah kepulauan yang terletak di tengah laut Jawa dan mempunyai pemandangan yang bagus dan memesonakan. Keindahan Karimunjawa memang melegenda dan saya sangat mau berwisata ke situ, jadi sebelum musim hujian resmi datang, saya dan beberapa teman menentukan berwisata ke Karimunjawa.
       Sebelum berangkat, kami harus pastikan kami datang di waktu yang tepat, yaitu saat cuaca mendukung. Selain cuaca, pastikan rencana perjalanan ke kepulauan karimunjawa sudah direncakanan dengan matang. Tentukan dari awal bagaimana kami ke sana, apakah diurus sendiri atau mau ikut paket tour saja. Sudah banyak jasa open trip yang memudahkan liburan kita di Karimun Jawa. Kali ini kami  memutuskan mengurus sendiri, jadi kami mulai pesan tiket transportasi pulang-pergi dan homestay pada dua hari yang lalu sebelum berangkat
Hari pertama: Berangkat dari Jogja ke Karimunjawa

        Kali ini kami memilih naik kereta api(jam 13.53-jam 18.40) dari Jogja ke Semarang dan terusnya naik feri Pelni (jam 23.00-jam 8) dari Semarang ke Karimunjawa. Ini pertama kali saya naik kereta api di Indonesia dan dalam perjalanan permulaan, saya merasa sangat gembira. Dibandingkan dengan stasiun Tingkok, stasiun Indonesia lebih ramai tapi kecil. Pemandangan dari jendela kereta api sangat indah dan alami. Saya menyaksikan kampung yang sunyi dan damai, anak-anak bersenang-senang di tanah terbuka, sawah yang berwarna hijau seperti satu permadani diliputi di atas tanah dan langit kelihatan sangat jernih dari jauh, saya asik dengan gambaran yang begitu luar biasa dalam perjalanan dan lama-kelamanan saya tertidur, ketika pikiran saya menjadi jernih dari mimpi, kereta api sudah tiba di Semarang.

Setelah tiba di Semarang, kami terburu-buru makan malam di sana dan terus naik mobil ke feri Semarang. Meskipun hanya mampir sebentar di Semarang, saya sudah mengetahui Semarang adalah satu kota yang lebih modern dan ramai sebagai ibu kota di Jawa tengah. Hari pertama kami khusus membuang waktu dalam perjalanan ke Karimunjawa, meskipun perjalanan permulaan sedikit rumit dan melelahkan, kami tetap sangat gembira karena kami percaya selanjutnya ada banyak pemandangan yang indah dan hal yang menarik tunggu kami ketemu.



Hari kedua:pantai Bobi-bukit Love-pantai sunset


Pantai bobi karimunjawa kalau diambil dari arah kota letaknya ada di sebelah timur karimunjawa, berkunjung ke pantai ini kami disuguhi pemandangan pasir putih menghampar. Ketika saya berjalan menyusuri pantai bobi ini kesebelah timur saya bisa melihat pemandangan bebatuan alami yang bisa saya duduki bersantai ria bersama teman. Bebatuan yang dilindungi dengan pepohonan rindang membuat saya semakin betah di sini. 
Setelah kami menyusuri bagian sisi timur pantai bobi, kami menuju kembali kebagian tengah pantai bobi karimunjawa ini, dibagian tengah terdapat banyak sekali area spot photo selfie seperti gerbang atau pintu masuk sederhana terbuat dari kayu, ayunan, tempat duduk santai menikmati pemandangan laut dan juga tersedia cafe sederhana yang selalu siap jika kami membutuhkan es kelapa muda. Saya sangat menikmati suasana di situ sore itu.




Salah satu lokasi yang eksotis digemari wisatawan di Karimunjawa yaitu Bukit Love. Bukit tidak hanya eksotis, namun juga romantis, terutama bagi pasangan muda-mudi. Bukit Love tampak ramai saat kami mengunjungi kawasan perbukitan di bagian Utara Pulau Karimunjawa. Dari puncak, segala pemandangan birunya laut dan pulau-pulau sekitarnya terlihat jelas. Bukit ini pun selalu menjadi rujukan wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Dari atas puncak, sejumlah fasilitas dibangun. Sebuah batu besar bertulis "Love" terpajang di ujung bukit. Di ujung yang lain juga tertulis "Karimunjawa". Dua lokasi itu menjadi rujukan foto bagi para muda-mudi. Dari atas itu, semua keindahan alam dan hamparan laut terlihat begitu indah. Di sekitar tempat wisata ini ada beberapa toko menjual suvenir dan saya sangat menyukai kerajinan tangan dibuat kerang dan membeli bebepa untuk mengantarkannya kepada teman yang lain.
 Ketika kami mengunjungi pantai sunset, kasihan sore itu ada banyak awan jadi tak bisa lihat sunset senja, tapi syukurlah sebagai seorang penggemar bola voli, saya dapat bermain voli pantai dengan orang-orang lokal di situ, saya juga sangat menikmati senja di pantai itu meskipun tanpa sunset yang indah.



Salah satu destinasi favorit untuk diving dan snorkeling di sekitar Karimunjawa adalah Pulau Menjangan Kecil. Jernihnya air laut berpadu dengan keelokan terumbu karang dan beragam spesies ikan. Jika Anda pernah melihat ikan nemo di film, di pulau ini Anda bisa menyaksikan dan berinteraksi langsung. Birunya air laut yang terlihat bening semakin tak sabar untuk saya menjejakkan kaki di sekitar pantai. Di sini saya merasakan suasana yang nyaman dan damai sekaligus penduduknya yang ramah menyambut para pengunjung. Ketika saya snorkeling, saya menyaksikan keindahan bawah laut yang cukup mengagumkan, ada ikan-ikan kecil yang berwarna kebiruan muncul bergerombol di dekat terumbu karang, terdapat terumbu karang yang masih hidup tampak mekar dengan berbagai warna yang cantik. Siang itu saya dan teman-teman makan ikan bakar yang dimasak oleh pemandu, rasanya sangat enak terutama saat melihat lingkungan di sekitarnya yang begitu indah. Pada sore itu saya dan teman-teman berenang di laut, meskipun saya tak gitu pintar berenang tapi saya sangat senang saat di laut. Ketika senja saya menikmati keindahan sunset dari laut, gambar itu sangat mencengangkan. Matahari seolah-olah masuk ke dalam hamparan air laut. Pemandangan hari itu tak terlupakan bagi saya dan saya akan senantiasa menyimpankan momen yang begitu indah ini di hati saya.
Keindahan alam pulau "surga" Karimunjawa seolah tak ada habisnya. Akan tetapi perjalanan wisata ini sudah sampai pengakhiran.
Dalam perjalanan ini saya menyaksikan pemandangan yang cukup memesona dan luar biasa, saya juga bertemu dengan orang-orang yang sangat baik hati dan ramah tamah. Ini adalah pengalaman wisata yang sangat sempurna dan tak terlupakan bagi saya.

Penulis : Zhao Caini



Komentar

Tim Penyusun

1. Jamas Adri Waskito (18201241049)
2. Endah Dwi Ningrum (18201241057)
3. Hani Latifah (18201241059)
4. Zhao Caini (Anjani)

Kami merupakan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2018.
Blog ini disusun untuk memenusi salah satu tugas Mata Kuliah Menulis Faktual

Postingan populer dari blog ini

Aspek Lisan Teks Eksposisi

Cara Membuat Lilin Aroma Terapi

Tiga Arca dalam Satu Kesatuan Syiwa di Candi Sambisari