Lomba LCC 4 Pilar MPR RI Tidak Hanya Pemahaman Kebangsaan Satu Arah



Image result for Lomba LCC 4 Pilar MPR RI"

Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar baru saja diadakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Lomba ini merupakan lomba tingkat nasional yang diadakan di Jakarta, 28 Oktober-5 November 2019. Peserta lomba ini adalah 340 putra putri terbaik dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Materi yang akan diujikan adalah seputar 4 pilar kebangsaan yaitu NKRI, UUD NRI 1945, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika. Diharapkan dengan adanya lomba ini nilai-nilai kebangsaan bisa menyebar melalui para generasi muda. Tujuan diadakannya lomba ini memang sangatlah baik. Akan tetapi ada hal yang masih menjadi pertanyaaan adalah bagaimana dengan mereka penyelenggara, dalam hal ini adalah badan legislatif, apakah sudah bisa menjadi contoh yang tepat bagi para putra putri terbaik bangsa ini.
Menaruh harapan yang besar pada putra putri terbaik bangsa ini bukanlah hal yang aneh. Mereka pastinya sudah melewati seleksi yang cukup ketat sebelum akhirnya bisa berangkat ke Jakarta mewakili provinsinya masing-masing. Salah satu contohnya adalah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili oleh SMA N 2 Yogyakarta. Tim ini beranggotakan Ocha, Finna, Icha, Ika, Sherly, Putri, Sika, Hana, Ardian, dan Yogma. Sebelum akhirnya mewakili DIY mereka semua harus melewati latihan hampir satu tahun untuk memahami berbagai materi yang diujikan nantinya. Dengan pemahaman mengenai 4 pilar kebangsaan tentunya mereka akan mudah mentransfer semua itu pada manyarakat umum. Mereka juga bisa menjadi pondasi yang cukup kuat.
Hal yang aneh adalah ketika para petinggi yang duduk di kursi parlemen justru tidak memahami sama sekali apa hakikat dari nilai kebangsaan itu sendiri. Pada faktanya banyak anggota parlemen yang katanya wakil rakyat tidak hafal pancasila. Padahal pancasila adalah dasar negara yang menjadi landasan bangsa ini. Bagaimana seorang wakil rakyat yang tidak memiliki pemahaman mengenai kebangsaan akan berproses membangun bangsa nantinya? Mereka seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat terutama para generasi penerus yang mereka undang sebagai peserta dalam perlombaan tersebut. Perlombaan ini tidak hanya mencari yang terbaik tetapi juga bagaimana proses branding dari MPR itu seendiri dan juga proses transfer ilmu dari mereka pada generasi muda.
Ajang perlombaan yang sangat positif seperti ini juga harus diiringi dengan bekal yang mumpuni dari para legislatif. Perlombaan bukan hanya mencari yang terbaik tetapi juga penanaman seutuhnya mengenai 4 pilar kebangsaan yang nantinya akan kembali disalurkan pada masyarakat luas. Semuanya harus berjalan selaras dan menghadirkan kerjasama dari semua pihak. Pemahaman tidak bisa diberikan selama para legislator belum memahami seutuhnya mengenai nilai kebangsaan tersebut. Mereka tidak bisa memaksakan materi yang ada di buku-buku cetak kepada para generasi bangsa yang ikut perlombaan ini tanpa memahami terlebih dahulu isi kandungannya. Putra putri terbaik bangsa ini juga nantinya tidak akan bisa secara maksimal menerapkannya pada kehidupan sehari-hari dan melakukan transfer pada masyarakat kalau model sosialisasi yang dilakukan seperti itu.

Penulis : Hani Latifah

Komentar

Tim Penyusun

1. Jamas Adri Waskito (18201241049)
2. Endah Dwi Ningrum (18201241057)
3. Hani Latifah (18201241059)
4. Zhao Caini (Anjani)

Kami merupakan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2018.
Blog ini disusun untuk memenusi salah satu tugas Mata Kuliah Menulis Faktual

Postingan populer dari blog ini

Tiga Arca dalam Satu Kesatuan Syiwa di Candi Sambisari

Aspek Lisan Teks Eksposisi

Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi