Kisah Cinta Sejati Marry Austin dan Freddy Mercury
Marry Austin, nama itu pasti sudah tidak asing lagi
dikalangan masyarakat, khususnya para pecinta musik rock jaman dahulu. Mengapa
demikian, karena Marry Austin adalah
sosok perempuan cantik yang merupakan kekasih dari Freddy Mercury, vokalis grup band terkenal
asal Inggris Queen. Maary menjadi salah satu karakter kunci dalam kehidupan
Freddy Mercury yang dikisahkan melalui sebuah film berjudul Bohemian Rhapsody.
Bohemian Rhapsody adalah sebuah film yang mengisahkan tentang terbentuknya
sebuah band legendaris Queen yang sampai saat ini karyanya masih sangat
digemari masyarakat. Dalam film ini Marry digambarkan sebagai wanita yang
cantik dan wanita yang tulus mencintai Freddy.
Awal pertemuan Marry dan Freddy adalah ketika Marry
berumur 19 tahun, ketika itu ia merupakan karyawan yang bekerja di perusahaan
toko pakaian BIBA. Hubungan antara Marry dan Freddy semakian dekat sebagai
seorang teman sejati. Ketika itu Freddy tengah fokus untuk meniti karirnya
sebagai seorang rock star. Selama
proses pembentukan band Queen inilah peran Marry sangat penting bagi Freddy.
Marry selalu memberi dukungan penuh terhadap karir Freddy. Tak jarang selama
ada konser ataupun tour grub band
Queen Marry selalu ikut untuk mendampingi Freddy.
Kesetiaan Marry mendampingi Freddy ini akhirnya
membuat Freddy jatuh cinta pada Marry dan mereka bertunangan. Setelah mereka
bertunangan ternyata Freddy menjadi lebih sibuk seiring dengan Queen yang sudah
mulai terkenal. Kesibukan Freddy ini berimbas pada intensitas keduanya bertemu
semakin jarang, hingga pada suatu waktu Marry merasa ada yang aneh pada diri
Freddy. Belakangan diketahui bahwa Freddy memang lebih tertarik pada laki-laki
atau gay. Kenyataan ini sontak membuat Marry memutuskan pertunanganya dengan
Freddy.
Putusnya hubungan pertunangan Marry dan Freddy tidak pernah memutuskan
persahabatan antara keduanya. Marry selalu menjadi teman sejati bagi Freddy
apapun keadaannya. Marry selalu setia menemani Freddy tour keliling dunia hingga pada puncaknya ketika menemani Freddy
konser amal Live Aid pada 1985. Marry juga selalu ada untuk Freddy ketika
Freddy mengalami masa-masa sulit, ia menderita AIDS yang membuatnya komplikasi
dan akhirnya meninggal pada 1991. Selama masa itu Marry lah yang merawat
Freddy. Keduanya menganggap mereka sudah terikat dalam ikatan pernikahan
walaupun secara fisik tidak demikian.
Sepeninggal Freddy, Marry diwariskan harta kekayaannya
di London. Tidak hanya itu, anak Marry dan kekasihnya juga diakui sebagai anak
baptis dari Freddy. Kisah cinta antara Freddy dan Marry memberi pelajaran bahwa
cinta sejati tidak harus memiliki. Hubungan cinta akan terasa sempurna ketika
dihati masing-masing tertanam prinsip saling memiliki.
Penulis : Endah Dwi Ningrum
Komentar
Posting Komentar