Kebersihan Pasar Kranggan Wajib di Pertahankan



Pasar Kranggan adalah salah satu pasar tradisional yang terkenal bersih dan tertata. Lokasi pasar ini terletak di Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta. Kebersihan pasar ini juga sempat dipuji oleh Presiden Jokowi ketika kunjungannya beberapa waktu yang lalu.
Pengelolaan kebersihan Pasar Kranggan dikelola secara terstruktur oleh pemerintah Kota Yogyakarta sehingga kebersihannya dapat dijamin secara maksimal. Di seluruh wilayah pasar setiap harinya ada sekitar 4-5 orang petugas kebersihan yang bertugas untuk membersihkan pasar, mulai dari menyapu, mengepel, meengumpulkan serta membuang sampah ke tempat pembuangan sampah yang terletak di bagian belakang pasar.
Pasar yang buka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga pukul 18.00 ini memiliki kelebihan tersendiri yaitu selain lokasinya yang strategis berada di tengah kota juga menawarkan kenyamanan dengan kebersihan dan kerapihan pasar tersebut. Hal demikian dikarenakan banyaknya petugas kebersihan yang selalu mengontrol dan stand by di sekitar pasar untuk menjaga kebersihan. Selain itu para penghuni pasar khususnya pedagang, mereka juga sadar akan kebersihan dan menjaganya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Mereka membuang sampah di tempat tertentu yang selanjutnya akan dibuang oleh petugas.
Petugas kebersihan yang ada memang di tugaskan langsung dari pemerintah sehingga para pedagang tidak lagi harus membayar uang kebersihan, namun jika ingin memberi secara sukarela juga tidak dilarang. “Sangat nyaman sih disini, sudah bersih dan kebersihannya terjaga, ada petugas langsung dari pemerintah sehingga kita tidak perlu lagi repot membersihkan pasar ini” tutur Yanti, salah seorang pedagang di Pasar Kranggan.
Kebersihan pasar memang sudah baik, namun ada beberapa hal yang disayangkan yaitu saluran pembuangan air yang tidak terlalu baik dibawah bangunan pasar kadangkala membuat pasar beraroma tidak sedap, apalagi limbah air yang dibuang adalah libah air dari los daging dan ikan yang baunya sangat menyengat. “ Saluran pembuangan air masih kurang baik ya, kadang baunya sampe menyengat itu bau daging” lanjut Yanti.
Harapan pedagang untuk kedepannya adalah kebersihan ini bisa dipertahankan atau diperbaiki lagi, khususnya saluran pembuangan limbah air agar tidak terjadi bau yang menyengat. “Harapannya ya semoga kebersihannya bisa dipertahankan atau diperbiki lagi, sama tolong mungkin saluran airnya diperbaiki” tutup Yanti.

Penulis : Endah Dwi Ningrum

Komentar

Tim Penyusun

1. Jamas Adri Waskito (18201241049)
2. Endah Dwi Ningrum (18201241057)
3. Hani Latifah (18201241059)
4. Zhao Caini (Anjani)

Kami merupakan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2018.
Blog ini disusun untuk memenusi salah satu tugas Mata Kuliah Menulis Faktual

Postingan populer dari blog ini

Aspek Lisan Teks Eksposisi

Cara Membuat Lilin Aroma Terapi

Tiga Arca dalam Satu Kesatuan Syiwa di Candi Sambisari