Film Bohemian Rhapsody dalam Sudut Pandang Bomi Bulshara



Image result for Bomi Bulshara"

Bomi Bulshara adalah ayah dari Farrokh Bulshara atau yang lebih dikenal dengan panggilan Freddie Mecury. Dia merupakan sosok ayah yang tegas dan sayang terhadap keluarganya. Dia merupakan orang Persia yang dulunya tinggal di Zanzibar, daerah yang pernah dikuasai Inggris. Setelah adanya revolusi dia mengajak keluarganya untuk pindah ke tempat yang lebih baik di Inggris. Bomi bekerja di kantor pemerintahan Zanzibar yang ada di Inggris. Dalam melindungi keluarganya dia rela melakukan berbagai cara yang terbaik.
Bomi selalu merasa khawatir dengan anak-anaknya terutama Freddie. Bomi seringkali menegur Freddie yang pulang larut dan kemudian pergi lagi untuk bersenang-senang di klub. Semasa kecil Freddie bahkan pernah dimasukkan oleh Bomi ke asrama dengan tujuan membentuk karakter dan menjaganya dari pengaruh buruk. Sikap protektif ini bukanlah tanpa alasan. Dia menganggap bahwa Freddie memiliki sebuah kecenderungan yang berbahanya jika dibiarkan. Hubungannya dengan Freddie diceritakan tidak cukup baik. Sikap protektifnya itu membuat Freddie risih dan tidak menyukainya. Freddie justru menganggap perkataan ayahnya itu hanya angin lalu yang tidak perlu dipedulikan. Di sisi lain, Freddie lebih dekat dengan ibundanya yang memang sangat menyayanginya.
Dalam perjalanan karier Freddie sebagai penyanyi, keluarganya sangat sedikit mendapat sorotan. Bahkan hampir tidak pernah. Bomi sendiri juga pada awalnya tidak mendukung putranya tersebut. Dia menganggap bahwa menyanyi adalah kegiatan yang kurang mencerminkan kepercayaannya dari agama zoroastrian yaitu "Berpikir baik, berkata baik, berbuat baik." Dengan sikap Bomi yang begitu keras, Freddie pernah menganggap keluarganya ini tidak ada sama sekali. Dia juga tidak pernah mengumbar kehidupan keluarganya di hadapan wartawan.
Dibalik sikap kerasnya, Bomi sebenarnya sangat menyayangi Freddie dan Freddie pun juga sama. Namun, mereka berdua adalah orang yang sama-sama keras dan tidak mau mengalah. Mereka terlalu dikuasai ego yang membuat mereka hanya membeku pada pendirian untuk saling menyakiti. Semua kekakuan mulai mencair di hari yang sama saat konser Live AID. Freddie berkunjung ke rumah orang tuanya. Freddie dan orang tuanya saling berbincang. Dia mengatakan pada ayahnya bahwa dia akan tampil di konser kemanusiaan tersebut. Freddie juga mengatakan bahwa saat ini dia telah melaksanakan apa yang diajarkan ayahnya selama ini yaitu "Berpikir baik, berkata baik, berbuat baik." Bomi begitu terkejut dan terharu atas apa yang baru saja dikatakan anaknya tersebut. Bomi kemudian langsung menyalakan televisi untuk menonton konser tersebut.

Penulis : Hani Latifah

Komentar

Tim Penyusun

1. Jamas Adri Waskito (18201241049)
2. Endah Dwi Ningrum (18201241057)
3. Hani Latifah (18201241059)
4. Zhao Caini (Anjani)

Kami merupakan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2018.
Blog ini disusun untuk memenusi salah satu tugas Mata Kuliah Menulis Faktual

Postingan populer dari blog ini

Tiga Arca dalam Satu Kesatuan Syiwa di Candi Sambisari

Aspek Lisan Teks Eksposisi

Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi