Arca Candi Sambisari



Candi Sambisari termasuk salah satu candi yang terdapat di kota Yogyakarta. Terletak di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan jarak sekitar 15 kilometer ke arah timur laut dari pusat kota. Candi Sambisari merupakan candi Hindu yang beraliran Syiwa. Candi Sambisari terletak sekitar 6,5 meter di bawah permukaan tanah, karena tanah pasir dan bebatuan yang terbawa oleh letusan gunung Merapi pada masa lampau telah menimbun daerah tersebut. Akibatnya, Candi Sambisari ikut terbenam dalam timbunan, sehingga saat ini posisinya menjadi lebih rendah dari permukaan tanah di sekelilingnya. Saat ini lahan di sekeliling candi telah digali dan ditata, membentuk lapangan persegi dengan tangga di keempat sisinya.
Candi Sambisari terdiri atas satu candi utama dan tiga candi perwara. Tubuh candi berbentuk dasar bujur sangkar. Selain itu candi ini tidak seperti candi pada umumnya. Terdapat 4 tangga untuk menuju area candi. Tangga menuju ke selasar candi terletak di sisi barat. Kaki candi polos tanpa hiasan, namun bagian luar dinding dihiasi seretan pahatan bermotif bunga dan sulur-suluran yang sangat halus pahatannya.
Pada masing-masing sisi dinding luar tubuh candi terdapat relung berisi arca. Arca adalah patung yang terbuat dari batu yang dipahat dengan tujuan utama sebagai media berhubungan dengan agama, yaitu fasilitas dalam memuja tuhan atau dewa-dewinya. Dalam relung di dinding selatan terdapat Arca Agastya atau Syiwa Mahaguru, di dinding timur terdapat Arca Ganesha, dan di dinding utara terdapat Arca Durga Mahisasuramardini. Arca Syiwa Mahaguru atau Agastya digambarkan sebagai sosok pria bertangan dua dan berjenggot sedang berdiri di atas padma dan lehernya terlilit ular. Di sebelah kanannya terdapat sebuah trisula, tombak bermata tiga yang merupakan senjata Syiwa.


   

Arca Durga Mahisasuramardini


Arca Ganesha


Arca Syiwa Mahaguru


Arca Ganesha yang terdapat dalam relung timur. Ganesha digambarkan dalam posisi bersila di atas padmasana (singgasana bunga teratai) dengan kedua telapak kaki saling bertemu. Perbedaannya ialah telapak tangan kanan arca ini menumpang di lutut dalam posisi tengadah, sementara telapak tangan kiri menyangga sebuah mangkok. Ujung belalai seolah menghisap sesuatu dari dalam mangkok.
Bagian ruang utara terdapat Arca Durga Mahisasuramardini, yaitu Durga sebagai dewi kematian. Durga digambarkan sebagai dewi bertangan delapan dalam posisi berdiri di atas Lembu Nandi. Satu tangan kanannya dalam posisi bertelekan pada sebuah gada, sedangkan ketiga tangan lainnya masing-masing memegang anak panah, pedang dan cakram. Satu tangan kirinya memegang kepala Asura, sedangkan ketiga tangan lainnya memegang busur, perisai dan bunga. Asura merupakan raksasa kerdil pengiring Durga yang digambarkan dalam posisi berlutut. Keindahan arca Candi Sambisari yang kini bisa kita nikmati merupakan hasil kerja keras para arkeolog selama 21 tahun. Candi yang semula mirip puzzle raksasa, sepotong demi sepotong disusun kembali demi lestarinya satu lagi warisan kebudayaan agung di masa silam.

Penulis : Jamas Adri Waskito

Komentar

Tim Penyusun

1. Jamas Adri Waskito (18201241049)
2. Endah Dwi Ningrum (18201241057)
3. Hani Latifah (18201241059)
4. Zhao Caini (Anjani)

Kami merupakan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2018.
Blog ini disusun untuk memenusi salah satu tugas Mata Kuliah Menulis Faktual

Postingan populer dari blog ini

Tiga Arca dalam Satu Kesatuan Syiwa di Candi Sambisari

Aspek Lisan Teks Eksposisi

Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi